Play Your Life and Capture!

Seperti lirik sebuah lagu atau banyak orang bilang “dunia ini panggung sandiwara”, mungkin gue salah satu orang yang setuju dengan lirik tersebut, cuma bedanya mungkin kita tidak diberikan skrip tertulis untuk menjalani atau berucap hari per hari dari adegan hidup kita. Improvisasi lebih tepat dilabelkan untuk perjalanan tiap adegan. Sang “Maha sutradara” sudah memberikan garis besar, dan kita tinggal menjalankan peranan masing-masing dengan sebaik-baiknya sampai maha sutradara berkata “CUT!”

Alangkah disayangkan jika improvisasi itu berlalu begitu saja, selepas tidur dilupakan. Bagaimana kalau diantara sekian banyak improvisasi yang kita hasilkan terdapat sedikit manfaat untuk orang lain?, bukankah sebaiknya diabadikan untuk dibagikan?. Berdasar hal sederhana ini, gue ingin berbagi tentang apa saja yang pernah terjadi, terlihat, terdengar, terbaca oleh gue sebagai pelakon hidup. Ada film-film favorit, desain, musik, foto, buku atau cuma sekedar cerita lucu yang sempat dialami.

Mungkin sudah banyak ulasan-ulasan hal tersebut dari para profesional dan lebih menguasai bidang tersebut, tapi sesekali membaca ulasan dari seorang pelakon hidup yang kadang sotoy dan ngasal mungkin cukup menarik :P. Intinya gue cuma ingin berbagi saja, lihat dan baca apa yang menurut anda pantas.

So, lets Play Your Life and Capture!

Birdman_The Unexpected Virtue of Ignorance (2014): “Fly Mr. Keaton, Fly!”

Riggan Thomson (Michael Keaton), aktor tua yang sudah redup pamornya, telah sukses mengikonkan dirinya dengan karakter Birdman di beberapa dekade terakhir, mencoba mengembalikan masa-masa kejayaannya dengan mengadaptasi cerita untuk dipentaskan di Broadway. Ego, idealisme, emosional, depresi dan bayang-bayang Birdman yang terus mengikuti ditumpah ruahkan dengan satir dan surealis di belakang panggung.

Alejandro González Iñárritu meracik Birdman dengan sangat berhasil, terasa aneh namun memikat dengan menguliti Riggan Thomson luar dalam. Keaton yang menjadi aktor tulang punggung pun memanfaatkan kepercayaan Iñárritu dengan maksimal. Ada kalanya harus tampil dramatis, mendadak melankolis, lunatic, lucu, temperamental, dibabat mulus oleh Keaton tanpa mengurangi kekuatan tokoh Riggan Thomson. Ya gak aneh lah ya kalau kakek satu ini masuk nominasi Best Actor di Academy Awards dan memenangkan Best Actor Drama Comedy/Musical di Golden Globes.

Hadir pula Mike Shiner (Edward Norton), seorang aktor broadway terkenal yang dirasa oleh Riggan terlalu mengusik project adaptasinya ini. Sam Thomson (Emma Stone) anak perempuan Riggan yang baru keluar dari pusat rehabilitasi, Lesley (Naomi Watts) seorang aktris yang sangat ingin menampilkan performa terbaiknya di pentas Broadway perdananya, dan ada Jake (Zach Galifianakis) si polos “Alan” di “Hangover 1,2,3” berperan sebagai produser Riggan yang selalu cemas. Dari pintu ke pintu dan berputar-putar di belakang panggung, mereka memberikan penampilan yang membuat penonton ikut cemas, dan pastinya yang menyempurnakan Birdman.

9 Nominasi Oscar pun di raih, diantaranya Best Motion Picture, Best Director, Best Actor, Best Supporting Actor (Edward Norton) dan Best Supporting Actrees (Emma Stone).

Jadi kita lihat Academy Awards mendatang apakah Birdman mampu mengungguli pesaing-pesaingnya.

Selamat Menonton!

Still Alice (2014): Moore “Still” Awesome.

Berkat akting cemerlangnya di film ini, Julianne Moore kembali di nominasikan sebagai aktris terbaik untuk dalam Academy Awards 2015 yang akan digelar 22 Februari mendatang, dan memenangkan Aktris drama terbaik dalam ajang Golden Globe Awards 2015 Januari lalu.

Adalah Alice Howland (Julianne Moore), seorang professor linguistics yang didiagnosa Alzheimer dini, diusianya yang masih aktif merupakan kasus langka. Bersama suaminya John Howland (Alec Baldwin), Alice harus menerima kalau penyakitnya juga bisa diturunkan pada anak-anaknya. Ditandai awal dengan lupa kosa kata, tersesat di jalan yang biasa di laluinya penyakitnya semakin hari semakin parah dengan semakin menurunya memori secara drastis. Dan otomatis menjadi pukulan yang telak buat suami dan anak-anaknya. Scene paling gue suka ketika Alice lupa letak kamar mandi di salah satu rumahnya. Damn, She’s cool.

Kristen Stewart dipercaya sebagai pemeran Lydia Howlad, putri bungsu Alice. Dan sangat disayangkan, akting ciamik Julianne Moore tidak mampu membawa akting Stewart untuk lebih baik, entah karena gue yang kurang suka Stewart, atau memang aktingnya segitu saja :P.

Whatever, film yang bersutradarakan Richard Glatzer dan Wash Westmoreland ini menampilkan Moore yang “Merapuh” sempurna.

Yang suka film drama, silahkan ditonton.

Selamat menonton!

The Skeleton Twins: “That’s What Twins Are For.”

Di menit-menit awal, sebenernya gue sudah berharap Kristen Wiig bakal sepenuhnya memerankan tokoh serius dalam film ini, dan meleset, karena komedi-komedi ringan menjadi bagian-bagian dari film yang disutradarai Craig Johnson ini. Ya labelnya juga komedi, komedi pahit sih tepatnya, hahahaha.

Bercerita tentang dua kembar yang saling menjadi orang asing selama 10 tahun, Maggie Dean (Kristen Wiig) dan Milo Dean (Bill Hader). Masing-masing tenggelam dalam kehidupan kompleksnya masing-masing, Maggie dengan rumah tangga yang “Sweet outside, Bitter inside” nya, dan Milo dengan masalah yang tak kalah suramnya. Setelah 10 tahun saling mengasingkan diri, mereka bertemu kembali dengan kejadian yang “sama-sama” ingin mengakhiri hidup masing-masing. Kejadian yang akhirnya saling menyadarkan “what the twins are for” 😀 .

Maggie yang sebenarnya belum siap untuk memiliki anak, dan juga mempunyai psikologis yang terganggu harus selalu berpura-pura pada suaminya yang sangat baik dan sangat menginginkan anak. Milo yang gay berurusan dengan kehidupan cintanya yang kompleks. Dan untungnya masalah-masalah tersebut di sajikan dengan tidak terlalu menggebu-gebu, tidak ada lonjakan emosi yang “keterlaluan”, namun masih sanggup menguliti sisi-sisi kelam dari kedua kembar tersebut. Alurnya pun tidak bertele-tele tapi tidak menyek-menyek, dan gue yang nonton pun tidak terlalu banyak menghabiskan energi untuk nonton film berdurasi 93 menit ini.

Ya sedikit mengingatkan kita lah, untuk selalu menjaga hubungan baik dengan keluarga, terutama saudara kandung, karena ikatan bathin yang kuat bisa saling menguatkan satu sama lain.

Simple, berbobot…

Selamat menonton!

The Imitation Game: Secret Code & Secret Life.

Mengangkat kisah nyata dari Alan Turing, seorang ahli matematika yang bekerja dan ditugaskan untuk memecahkan sandi-sandi rahasia Jerman pada mesin Enigma pada perang dunia II, di GCCS di Bletchley Park, sebuah pusat pengkodean di Inggris. Disutradarai Morten Tyldum dan dibintangi aktor Benedict Cumberbatch sebagai Alan Turing. Film ini berhasil masuk nominasi Film terbaik, Aktor terbaik dan Pemeran pendukung wanita terbaik pada perhelatan Golden Globe Awards 2015 awal Januari kemarin, dan Academy Award yang akan diselenggarakan Februari mendatang.

Menampilkan dua masa kehidupan Alan Turing, masa sekolah dan masa bekerja setelah perguruan tinggi. The Imitation Game langsung membawa kita berkenalan dengan Turing yang keras kepala, percaya diri dan superior sekaligus jenius, di awal film ini. Dan Cumberbacth melakukannya dengan apik. Hadir pula Keira Knightley memerankan Joan Clarke, wanita yang cerdas dan sangat membantu dalam proyek kerja Turing, dan sempat menjadi wanita pertama dan terakhir dalam hidup Turing. Potongan-potongan perang yang tidak dominan (Karena bukan film perang kali yeee…) membangun Atmosfer perang dunia II dari awal. Kerjasama yang keren antara aktor-aktor dalam film ini, otomatis memperkuat keberadaan sosok Turing.

Tentu kita masih ingat akting brilian Russell crowe dalam A Beautiful Mind (2001), sama-sama film tentang ahli matematika, sama-sama memecahkan kode rahasia, sama-sama di bawakan dengan akting yang ciamik, sama-sama pula masuk daftar hitungan festival-festival film bergengsi, dan kedua tokoh ini sama-sama mempunyai sisi kehidupan yang menimbulkan masalah tersendiri. Jika dalam A Beautiful Mind, John Nash harus berhadapan dengan masalah Skizofrenia, dalam The Imitation Game Alan Turing dengan masalah orientasi seksualnya. Yang pada masa itu, homoseksual merupakan perbuatan illegal di Inggris.

Gue gak mau spoiler ya untuk film ini, singkatnya film ini sangat menarik untuk di tonton…Hehehe

Jadi, Selamat Menonton!

2015 Golden Globes Award Winners List.

Here is the list of 2015 Golden Globes Award Winners:

MOVIES

Best Motion Picture, Drama

  • WINNER: Boyhood
  • Foxcatcher
  • The Imitation Game
  • Selma
  • The Theory of Everything

Best Actor, Drama

  • Steve Carell, Foxcatcher
  • Benedict Cumberbatch, The Imitation Game
  • Jake Gyllenhaal, Nightcrawler
  • David Oyelowo, Selma
  • WINNER: Eddie Redmayne, The Theory of Everything

Best Actress, Drama

  • Jennifer Aniston, Cake
  • Felicity Jones, The Theory of Everything
  • WINNER: Julianne Moore, Still Alice
  • Rosamund Pike, Gone Girl
  • Reese Witherspoon, Wild

Best Motion Picture, Comedy or Musical

  • Birdman
  • WINNER: The Grand Budapest Hotel
  • Into the Woods
  • Pride
  • St. Vincent

Best Actor, Comedy or Musical

  • Ralph Fiennes, The Grand Budapest Hotel
  • WINNER: Michael Keaton, Birdman
  • Bill Murray, St. Vincent
  • Joaquin Phoenix, Inherent Vice
  • Christoph Waltz, Big Eyes

Best Actress, Comedy or Musical

  • WINNER: Amy Adams, Big Eyes
  • Emily Blunt, Into the Woods
  • Helen Mirren, The Hundred-Foot Journey
  • Julianne Moore, Maps to the Stars
  • Quvenzhané Wallis, Annie

Best Supporting Performance, Actor

  • Robert Duvall, The Judge
  • Ethan Hawke, Boyhood
  • Edward Norton, Birdman
  • Mark Ruffalo, Foxcatcher
  • WINNER: J.K. Simmons, Whiplash

Best Supporting Performance, Actress

  • WINNER: Patricia Arquette, Boyhood
  • Jessica Chastain, A Most Violent Year
  • Keira Knightley, The Imitation Game
  • Emma Stone, Birdman
  • Meryl Streep, Into the Woods

Best Animated Feature Film

  • Big Hero 6
  • The Book of Life
  • The Boxtrolls
  • WINNER: How to Train Your Dragon 2
  • The LEGO Movie

Best Foreign Language Film

  • Force Majeure Turist (Sweden)
  • Gett: The Trial of Viviane (Israel)
  • Ida (Poland/Denmark)
  • WINNER: Leviathan (Russia)
  • Tangerines Mandariinid (Estonia)

Best Director

  • Wes Anderson, The Grand Budapest Hotel
  • Ava Duvernay, Selma
  • David Fincher, Gone Girl
  • Alejandro González Iñárritu, Birdman
  • WINNER: Richard Linklater, Boyhood

Best Screenplay

  • Wes Anderson, The Grand Budapest Hotel
  • Gillian Flynn, Gone Girl
  • WINNER: Alejandro González Iñárritu, Nicolas Giacobone, Alexander Dinerlaris, Armando Bo, Birdman
  • Richard Linklater, Boyhood
  • Graham Moore, The Imitation Game

Best Original Score

  • Alexandre Desplat, The Imitation Game
  • WINNER: Jóhann Jóhannsson, The Theory of Everything
  • Trent Reznor, Atticus Ross, Gone Girl
  • Antonio Sanchez, Birdman
  • Hans Zimmer, Interstellar

Best Song

  • “Big Eyes” – Big Eyes. Music by: Lana Del Rey, Lyrics by: Lana Del Rey.
  • WINNER: “Glory” –  Selma. Music by: John Legend, Common, Lyrics by: John Legend, Common.
  • “Mercy Is” – Noah. Music by: Patti Smith, Lenny Kaye, Lyrics by: Patti Smith, Lenny Kaye.
  • “Opportunity” – Annie. Music by: Greg Kurstin, Sia Furler, Will Gluck, Lyrics by: Greg Kurstin, Sia Furler, Will Gluck.
  • “Yellow Flicker Beat” – The Hunger Games: Mockingjay – Part 1. Music by: Lorde, Lyrics by: Lorde

TV & MINI-SERIES

Best Television Series, Drama

  • WINNER: The Affair
  • Downton Abbey
  • Game of Thrones
  • The Good Wife
  • House of Cards

Best Actor, Drama Series

  • Clive Owen, The Knick
  • Liev Schreiber, Ray Donovan
  • WINNER: Kevin Spacey, House of Cards
  • James Spader, The Blacklist
  • Dominic West, The Affair

Best Actress, Drama Series

  • Claire Danes, Homeland
  • Viola Davis, How to Get Away With Murder
  • Julianna Margulies, The Good Wife
  • WINNER: Ruth Wilson, The Affair
  • Robin Wright, House of Cards

Best Television Series, Comedy or Musical

  • Girls
  • Jane the Virgin
  • Orange is the New Black
  • Silicon Valley
  • WINNER: Transparent

Best Actor, Comedy or Musical

  • Louis C.K., Louie
  • Don Cheadle, House of Lies
  • Ricky Gervais, Derek
  • William H. Macy, Shameless
  • WINNER: Jeffrey Tambor, Transparent

Best Actress, Comedy or Musical

  • Lena Dunham, Girls
  • Edie Falco, Nurse Jackie
  • Julia Louis-Dreyfus, Veep
  • WINNER: Gina Rodriguez, Jane the Virgin
  • Taylor Schilling, Orange is the New Black

Best Mini-Series or Motion Picture

  • WINNER: Fargo
  • The Missing
  • The Normal Heart
  • Olive Kitteridge
  • True Detective

Best Actor, Mini-Series or Motion Picture

  • Martin Freeman, Fargo
  • Woody Harrelson, True Detective
  • Matthew McConaughey, True Detective
  • Mark Ruffalo, The Normal Heart
  • WINNER: Billy Bob Thornton, Fargo

Best Actress, Mini-Series or Motion Picture

  • WINNER: Maggie Gyllenhaal, The Honorable Woman
  • Jessica Lange, American Horror Story: Freak Show
  • Frances McDormand, Olive Kitteridge
  • Frances O’Connor, The Missing
  • Allison Tolman, Fargo

Best Supporting Actress

  • Uzo Aduba, Orange is the New Black
  • Kathy Bates, American Horror Story: Freak Show
  • WINNER: Joanne Froggatt, Downton Abbey
  • Allison Janney, Mom
  • Michelle Monaghan, True Detective

Best Supporting Actor

  • WINNER: Matt Bomer, The Normal Heart
  • Alan Cumming, The Good Wife
  • Colin Hanks, Fargo
  • Billy Murray, Olive Kitteridge
  • Jon Voight, Ray Donovan

Source: http://screenrant.com/golden-globes-2015-winners-list/

Stand By Me Doraemon : Childhood Fantasy Keep Going on.

Siapa yang tidak mengenal karakter robot kucing serba bisa yang datang dari masa depan untuk membantu seorang anak kecil malas, ceroboh dan selalu jadi bahan olok-olokan? Bagi yang melewati masa kecil dari sekitar tahun 1989 (hingga sekarang masih tayang serialnya), tentu kenal Doraemon dan Nobita yang keduanya menjadi sahabat dan juga menjadi teman kita setiap hari minggu pagi :D.

Untuk memperingati 80 tahun kelahiran mendiang Fujiko F. Fujio, sang pencipta doraemon, Stand By Me Doraemon yang konon ini film terakhir doraemon (masa iya mas? kita lihat saja :D) hadir dengan format animasi 3D. Dengan kualitas gambar yang ciamik, sepertinya memang film ini disiapkan dengan sangat spesial dan matang, walaupun memang terasa dipaksa untuk dipersingkat dengan durasi kurang lebih 90-menitan.

Ceritanya sendiri di ambil dari beberapa intisari perjalanan Doraemon dan Nobita, mulai dari awal datangnya Doraemon, Malam sebelum pernikahan Nobita, sampai hari terakhir Doraemon menemani Nobita. Beberapa scene cukup membuat pengemar robot kucing tanpa telinga ini berkaca-kaca, bagimana tidak, robot bulat dengan suara yang menurut gw lucu banget ini merasa khawatir untuk meninggalkan nobita yang selalu ceroboh, dan lebih banyak nagisnya si Doraemon ini…hehehehe.

Kejadian-kejadian lucu khas Doraemon, Nobita, Giant, Suneo, Shizuka dan Dekisugi dipapar dalam film ini dengan “tetap” terlalu singkat 😛 . Tapi ya tidak mungkin juga ngarepin cerita lengkap dengan keterbatasan durasi…hehehhe. Puncaknya ya di hari terakhir Doraemon bisa menemani Nobita, adegan nangis-nangisan antara Doraemon-Nobita cukup menyita perhatian 😀 . Tapi ada kejutan kok di ending filmnya….heheheh.

Terlepas dari terlalu singkat, atau beberapa orang mengatakan ada yang bersinggungan dengan versi serial dan komik, tetap saja ini sebuah film yang ditunggu-tunggu para penggemar Doraemon. Dan sepertinya kita tidak rela juga melepas teman masa kecil tiap minggu pagi ini begitu saja..hahahaha.

Yang bikin gue salut dari negara asal Robot kucing ini, meskipun dirilis di Jepang 4 bulan lebih awal dari perilisan masal di beberapa negara, tidak ada kebocoran film selama rentang waktu itu, dan setalah rilis masal barulah bertebaran rilisan ilegalnya :D. Cukup membuktikan kalau mereka sangat menjaga aset berharganya..hehehehe. Bener gak?

Selamat Menonton!

Resolusi VS Solusi : Renungan mini antara 2014 – 2015.

Wohohoho, sudah 31 Desember 2014… Yah ini hari terakhir di 2014. Hitungan jam kedepan akan berubah 2015. Satu angka bertambah di belakang 201. Dan kita akan identikan dengan segala perubahan, harapan-harapan baru, impian-impian baru. Salah? Ya nggaklah, justru kalau gak punya harapan untuk perubahan perlu dipertanyakan, ngapain hidup?

Gue juga sama lah, tiap tahun kayaknya banyak gue bilang ke diri sendiri tentang resolusi-resolusi, apa saja yang harus gue raih dan apa yang harus gue wujudin. Beberapa diantaranya sudah berjalan diwujudin, dan sebagian besarnya belum. Ada yang salah dengan resolusi gue? Bisa jadi!.

Setelah mikir beberapa tahun…. nggak deng kelamaan, beberapa saat doang tepatnya, sepertinya gue harus menyingkirkan satu suku kata dari RESOLUSI, gue ganti saja jadi SOLUSI. Ya “Re” setahu gue definisinya adalah pengulangan, mengulangi, kembali, bener gak sih? (koreksi gue kalau bener…hehehhe). Jadi selama ini gue ngucapin harapan yang hanya di ulang-ulang tiap tahun, kembali diulang tahun berikutnya, dan terus dan terus…. Ya pantes saja banyak yang gak kewujud kali ya, orang gue cuma mengulang-ulang RESOLUSI tanpa inget SOLUSI.

Pengen belajar nulis lagi, tapi gue gak lakuin solusi nulisnya. Pengen punya penghasilan tambahan, tapi gue nya males. Pengen punya mini cooper, tapi tidur gue kurang nyenyak..hahahha ( baru ngimpi maksudnya 😛 ). Pengen liburan ke eropa, tapi gak nabung-nabung. Pengen kawin… eh nikah, tapi nyari jodohnya males-malesan atau jodohnya males dicariin gue? (Yang ini asli curhat!). Jadi ya jelas gw masih terbelenggu (Etttt dah, tong) di kata resolusi. Sudah waktunya gue mikir SOLUSI buat semua itu.

Dihari terakhir tahun 2014 ini, ada baiknya kita…eh gue maksudnya, membuat rencana untuk solusi dari rencana-rencana gue sebelumnya yang belum kewujud. Dan tetep ngingetin diri sendiri untuk tidak membuat resolusi, tapi mencari SOLUSI! Hehehhe.

Sudahkah anda menemukan solusi anda di 2015? Yuk neng-neng yang masih single kita cari solusi (Teteuupp usaha…)

Selamat menempuh “SOLUSI” Tahun baru !!!!

Musim Yang Baik_Sheila On 7 : Album Perpisahan SO7 dengan Label Sony

16 tahun Sheila on 7 berselancar di dunia musik Indonesia dengan naungan nama besar Sony Music Indonesia, akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan salah satu label musik besar itu setelah album kedelapan ini, dan lebih memilih jalur independen untuk karya-karya berikutnya. Membawa konsep yang lebih sederhana di album ini, SO7 tetap menampilkan musik-musik asik khas Sheila On 7.

Di kemasan album kedelapannya, SO7 sepertinya juga ingin menampilkan kesan istimewa di album perpisahan mereka ini, terlihat dari material dan desain album yang digarap Farid Stevy Asta asal Yogyakarta ini, seolah menyiratkan kematangan SO7 dalam bermusik dengan illustrasi-ilustrasi bunga bermekaran. Masing-masing lirik lagu di tuangkan dalam lembar per lembar dan dibaliknya ada illustrasi tiap lagu dari interpretasi keren sang desainer. Single pertama di album berisi 10 lagu ini adalah “Lapang Dada” yang catchy renyah dan ramah menyapa kuping penikmat musik 😀

Musim Yang Baik _ Sheila On 7

Tracklist:

1. Selamat Datang

2. Satu Langkah

3. Buka Mata Buka Telinga

4. Canggung

5. My Lovely

6. Beruntungnya Aku

7. Lapang Dada

8. Belum

9. Musim Yang Baik

10. Sampai Jumpa

Selamat mendengarkan!

PS: Untuk karya terbaik anak bangsa, Jangan beli bajakan ya 😀