Gue kurang inget pastinya sejak kapan gue suka nonton film. Dari masih usia SD barangkali. Waktu itu pernah pengen banget nonton film “LUPUS”. Gue sampai kumpulin dari uang jajan gue, waktu itu belum ada bioskop seperti 21/XXI. Harga tiketnya pun gue sudah lupa berapa. Sampai akhirnya ketahuan nyokap kalau gw sepulang sekolah ngabur cuma buat nonton film, Alhamdulillah gak diomelin :D, Yeaaayyy!!!!
Dan akhirnya kalau ada film yang kira2 menarik, nyokap suka ajak nonton gue dengan beberapa saudara gue buat nonton bareng, seperti film-film “Kabayan” nya Didi Petet, “Saur Sepuh” dan film-film Indonesia di jaman itu. Kalau di TV paling suka dengan serial “Little House on The Praire”, setiap minggu nungguin serial itu 😛 (Dulu cuma ada satu stasiun TVRI :P). Kadang diputar juga film seperti “Oliver Twist” atau “Annie”.
Seiring berjalannya waktu dan bertambah usia…(Njriittt bahasanya), media buat nonton film makin mudah, sampai di jaman nya Video Disc gue makin sering rental film2 yang gue suka. Senangnya!. Sampai akhirnya gue punya rental Video Disc. Senengnya punya banyak film…ahahhaha *norak.
Kenapa gue suka nonton film? Yap, dengan menonton sebuah film, gue serasa bertamasya ke dunia lain, tamasya visual yang ngaduk-ngaduk perasaan. Gue bisa ikut mewek ketika Mel Gibson kehilangan anak nya di “The Patriot”. Sebuah tamasya untuk melihat sisi-sisi lain kehidupan yang mungkin belum pernah kita lihat dan alami. Bahkan kejadian yang belum tentu ada di dunia nyata, bisa ngejawantah dalam sebuah film. Duduk dan hanya terpaku pada layar dalam beberapa waktu (tergantung durasi film) gak akan terasa ketika sebuah cerita film (yang bagus) menyeret kita untuk menangkap esensi-esensi dari setiap dialog dan akting dalam film tersebut. Tak jarang sebuah film mengajak atau memaksa kita untuk berfikir tentang pesan dari isi film tersebut (Bisa makin pinter kan tuh…hehehhe). Biasanya untuk jenis-jenis film ini gue tidak hanya sekali menonton untuk menikmatinya.
Buat gue pribadi, film itu seperti sebuah puisi. Setiap mata yg menontonnya bisa menafsirkan berbeda-beda tentang isi sebuah film, dan itu bukan dosa :P.
Jadi buat gue nonton film itu selain dari cara refreshing yang murah, gue bisa lebih tahu kalau hidup itu tidak cuma segaris. Jadi tunggu apa lagi,
yuk bertamasya visual !
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s