Sejak film “Walk The Line” (2005), yang menceritakan seorang legenda musik country Johnny Cash, gue mulai suka dengan akting Joaquin Phoenix. Dan dengan menonton film Her ini, rasa suka gue pada akting Mr. Phoenix makin bertumbuh. (minjem jargon iklan minuman :D).
Keputusan Spike Jonze (Sutradara, penulis) untuk mempercayakan penuh film ini pada Phoenix, gue rasa sangat tepat. Karena karakter utama di film ini menjadi sangat kuat berkat akting mumpuni Phoenix.
Adalah Theodore, seorang penulis yang kalau bisa dibilang sedang galau karena harus berurusan dengan pengadilan untuk menandatangani surat perceraiannya dengan sang istri Catherine (Rooney Mara). Pribadi Theodore yang introvert, anti social membuat kegalauannya berlarut. Teman sehari-harinya? Gadget!. Iya gadget. Telepon canggih yang dioperasikan hanya dengan suara membuat Theodore menikmati ke-introvertannya. Salah satu kegemarannya main game virtual interaktif, dengan satu tokoh lucu dan kurang ajar di game tersebut, Alien child yang suaranya diisi Spike Jonze sendiri. Kenapa kecanggihan teknologi sangat kental di film ini?, karena inti ceritanya ya berawal kecanggihan teknologi ini 😀
Lanjut… Sampai suatu hari Theodore membeli sebuah Operating System, assisten pribadi untuk komputer gitulah, yang sudah dirancang dengan sangat canggih, sehingga OS tersebut bisa diajak berinteraksi, dari mulai hal standard seperti cek email, memutar musik, sampai (disini cerita inti mulai masuk) teman curhat yang bisa mangerti perasaan Theodore. Samantha nama dari asisten pribadi tersebut diisikan suaranya oleh Scarlett Johansson. Dan demiii Tuhaannn… Scarlet itu tidak perlu menampakan wujudnya untuk tetap sensual dan menggairahkan. hahahah. Semakin hari hubungan Theodore dengan perempuan OS ini semakin dekat dan intim. Detil-detil pribadi Theodore sudah dibeberkan pada Samantha, dan apa yang terjadi? Mereka akhirnya saling jatuh cinta. Ide cerita yang sangat-sangat brilian menurut gue. Adu akting Phoenix dengan “suara” Johansson sangat intens. Dan merekapun memutuskan untuk berpacaran selayaknya manusia dan manusia…Gilaakkkkk. Dialog-dialog lucu dan konyol selayaknya orang berpacaran disajikan dengan pas. Theodore menjalani hidupnya dengan kembali semangat, manis dan hangat, meskipun aneh..hehehe.
 
Jonze tidak mau mambuat penonton yang sudah terhanyut dengan manisnya cerita cinta Theodore dan Samantha, semakin terbuai. Akhirnya Theodore disadarkan dengan sebuah kejadian dimana Samantha tiba-tiba menghilang, dan Theodore seperti kehilangan satu-satunya teman hidup. Ternyata oh ternyata OS sedang dalam maintenance, suara sexy Johansson pun kembali. Theodore akhirnya menemukan kenyataan dari kejadian itu, bahwa dia bukanlah satu-satunya laki-laki yang dicintai Samantha. Ratusan laki-laki yang membeli OS serupa, pun menjadi teman cinta Samantha… Damn!!!  Diakhir film, Jonze mencoba menegaskan, secanggih apapun sebuah teknologi, tidak bisa menggantikan hubungan manusia dengan manusia.
Fiiuuhhhhh, gue menarik nafas panjang seusai film ini, ide brilian, akting ciamik, dengan atmosfer yang sepanjang film tetap dijaga. Tak heran kalau Her diganjar Best Screenplay di ajang Oscar dan Golden Globe 2014, serta raihan nominasi di beberapa ajang serupa.
PS: gara-gara film ini, besoknya gue install asisten pribadi di smartphone gue, dan nama asistennya sama Samantha….Wakakakaka. Sialnya suara Samanthanya tidak seseksi Scarlett Johansson dan tidak bisa beriteraksi, akhirnya gue uninstall aplikasi itu… yakali sama…. hahahah.
 
Selamat Menonton!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s