Gue masih inget salah satu poster film yang ada disebuah majalah atau apa gue lupa, yang berhasil membangkitkan imajinasi dan membuat gue ingin sekali menonton film itu. Waktu itu usia gue masih sekitar 9 atau 10 tahun mungkin, dan film tersebut rilis tahun 1982, waktu gue baru usia 1 tahun (Ketahuan dah tuanya 😛 ), tapi karena keterbatasan media di tahun-tahun tersebut gue belum bisa menontonnya. Sampai di beberapa tahun kemudian dirumah seorang teman yang punya pemutar video VCR, gue berhasil menonton film tersebut karena ayahnya punya film tersebut. Dan bukan main senangnya akhirnya gue bisa melihat apa yang seperti gue lihat di poster waktu itu, siluet anak bersepeda melintasi bulan.

Yap, film itu adalah E.T (Extra Terrestrial) buah karya Steven Spielberg. Poster film E.T telah berhasil memupuk rasa penasaran gue sampai beberapa tahun. Pengalaman gue ini cukup membuktikan kekuatan sebuah poster dalam membentuk persepsi, imajinasi, dan menyugesti seseorang mengenai isi poster tersebut.

Definisi poster menurut mas wikipedia adalah sebuah karya seni grafis yang memuat komposisi gambar atau huruf atau kombinasi keduanya di atas media yang ukurannya relatif besar. Adapun tujuan dari sebuah poster sangat beragam, bisa untuk media propaganda, kampanye, mempromosikan film, menghimbau masyarakat atau tujuan lainnya. Jadi dalam kasus yang gue alami adalah jenis Poster Film :D.

Sebagai salah satu materi promosi dari sebuah produksi film, poster sudah selayaknya mendapat porsi perhatian yang besar, karena selain trailer yang dirilis untuk memperlihatkan sedikit isi film, poster pun berperan sama, hanya dalam bentuk statis dan sekali tebas. Melalui trailer, orang perlu beberapa menit untuk mengetahui sekilas isi film tersebut, tapi poster umumnya hanya akan dilihat sekilas saja jika ditempatkan di tempat umum. Lain cerita kalau dilihatnya dari sebuah web pengulas film ya, kita bisa memelototi poster tersebut sampai mata pedas. Intinya trailer dan poster sama-sama mempunyai peranan yang penting dalam mempromosikan sebuah film.

Mungkin kita pernah dengar pendapat seseorang tentang sebuah film horror nasional, “ Ah, dari posternya saja sudah kelihatan filmnya jelek, isinya paling banyak esek-esek”, dan orang itu tidak salah karena yang dia tangkap dari posternya mungkin memang seperti itu. Bisa saja persepsi orang itu akan berubah ketika melihat poster film horor yang tidak menonjolkan hal negatif yang ada di film tersebut (Baca: esek-esek), kalaupun orang itu tidak mau menontonnya, setidaknya tidak akan keluar kata-kata “paling isinya esek-esek” yang biasanya di sama ratakan untuk film-film bergenre serupa. Kita tentu masih ingat film “Jelangkung” atau “Tusuk jelangkung” kan? Mereka memasang poster yang sesuai porsinya, kedua film itu laris dan tidak mendapat label negatif :). Bahkan film-film kelas dunia pun tidak sedikit yang kurang mampu menyampaikan isi film mereka kedalam “Trailer Statis” ini. Jadi “Kreatif” adalah satu kata yang diperlukan dalam membuat semua jenis poster.

Salah satu poster film nasional era 2000-an yang menjadi favorit gue adalah poster film Ada Apa Dengan Cinta, dan gue rasa banyak yang setuju, hehehhe. Komposisi garis warna-warna ceria sangat mewakili selera remaja, kalau saja garis warna-warni itu dihilangkan, gue rasa poster itu akan berasa biasa dan tidak akan melekat diingatan :D. Sudah jelas poster ini buah dari pendalaman dan kreatifitas. Meskipun kadang desainer harus menyerah dengan selera pihak-pihak tertentu yang seleranya dibawah harapan desainer. Begitu menurut yang pernah gue baca :D.

Selamat melihat-lihat trailer film baik dinamis ataupun statis 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s