Siapa yang tidak mengenal karakter robot kucing serba bisa yang datang dari masa depan untuk membantu seorang anak kecil malas, ceroboh dan selalu jadi bahan olok-olokan? Bagi yang melewati masa kecil dari sekitar tahun 1989 (hingga sekarang masih tayang serialnya), tentu kenal Doraemon dan Nobita yang keduanya menjadi sahabat dan juga menjadi teman kita setiap hari minggu pagi :D.

Untuk memperingati 80 tahun kelahiran mendiang Fujiko F. Fujio, sang pencipta doraemon, Stand By Me Doraemon yang konon ini film terakhir doraemon (masa iya mas? kita lihat saja :D) hadir dengan format animasi 3D. Dengan kualitas gambar yang ciamik, sepertinya memang film ini disiapkan dengan sangat spesial dan matang, walaupun memang terasa dipaksa untuk dipersingkat dengan durasi kurang lebih 90-menitan.

Ceritanya sendiri di ambil dari beberapa intisari perjalanan Doraemon dan Nobita, mulai dari awal datangnya Doraemon, Malam sebelum pernikahan Nobita, sampai hari terakhir Doraemon menemani Nobita. Beberapa scene cukup membuat pengemar robot kucing tanpa telinga ini berkaca-kaca, bagimana tidak, robot bulat dengan suara yang menurut gw lucu banget ini merasa khawatir untuk meninggalkan nobita yang selalu ceroboh, dan lebih banyak nagisnya si Doraemon ini…hehehehe.

Kejadian-kejadian lucu khas Doraemon, Nobita, Giant, Suneo, Shizuka dan Dekisugi dipapar dalam film ini dengan “tetap” terlalu singkat 😛 . Tapi ya tidak mungkin juga ngarepin cerita lengkap dengan keterbatasan durasi…hehehhe. Puncaknya ya di hari terakhir Doraemon bisa menemani Nobita, adegan nangis-nangisan antara Doraemon-Nobita cukup menyita perhatian 😀 . Tapi ada kejutan kok di ending filmnya….heheheh.

Terlepas dari terlalu singkat, atau beberapa orang mengatakan ada yang bersinggungan dengan versi serial dan komik, tetap saja ini sebuah film yang ditunggu-tunggu para penggemar Doraemon. Dan sepertinya kita tidak rela juga melepas teman masa kecil tiap minggu pagi ini begitu saja..hahahaha.

Yang bikin gue salut dari negara asal Robot kucing ini, meskipun dirilis di Jepang 4 bulan lebih awal dari perilisan masal di beberapa negara, tidak ada kebocoran film selama rentang waktu itu, dan setalah rilis masal barulah bertebaran rilisan ilegalnya :D. Cukup membuktikan kalau mereka sangat menjaga aset berharganya..hehehehe. Bener gak?

Selamat Menonton!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s